Kompetensi Adalah Musuh Perubahan

Posted on April 19, 2009. Filed under: kerja, Pengalaman Pribadi |

Beberapa minggu yang lalu, saya makan di sebuah restoran fast food di salah satu pojok mall di Surabaya. Kita pasti semua tahu bahwa menu makanan di hampir semua restoran fast food bentuknya semua dalam bentuk paketan. Paket 1, Paket 2, Paket 3 , dan seterusnya. Jadi kita hanya bisa memilih paket-paket itu. Kalau misalnya kita minta untuk beli paket 1 tapi kita ingin minuman yang ada pada paket 2, maka kita harus membeli paket 2 sekalian. Sebuah pemaksaaan. Sebuah bentuk pemasaran yang sangat vertikal, kaku, dan tidak memperhatikan keinginan konsumen. Ini karena kompetensi. Ini karena standarisasi.

Atau kalau sebuah perusahaan memakai jasa konsultan untuk membantu meningkatkan kemajuan pada perusahaan tersebut. Tentu konsultan yang dipilih adalah orang-orang yang benar-benar yang kompeten di bidangnya. Orang-orang yang sudah berpengalaman menyelesaikan suatu masalah di berbagai perusahaan. Orang-orang yang kompeten mempunyai proses yang teratur dan dapat diandalkan untuk menyelesaikan suatu masalah. Mereka memecahkan masalah selalu dengan cara yang sama, dengan cara yang sudah standard, setiap saat. Hal itulah yang membuat mereka dapat diandalkan, Hal itulah yang membuat mereka kompeten.

Kalau sering membaca sejarah perusahaan yang sukses, maka ada hal yang unik kalau membaca kesuksesan Southwest Airlines. Southwest Airlines tidak mau mempekerjakan orang-orang yang sudah berpengalaman, yang sudah kompeten, yang sudah pernah bekerja di maskapai penerbangan yang lain. Kecuali orang-orang tersebut mau belajar meninggalkan apa yang mereka telah pelajari di maskapai sebelumnya. Mereka mencari orang-orang yang mau berubah.

Mempekerjakan orang-orang yang kompeten sangat sulit. Orang-orang yang kompeten selalu mau mengerjakan sesuatu dengan caranya sendiri. Mereka memaksa memakai cara yang sukses di tempat sebelumnya di tempat yang baru. Orang-orang yang kompeten menolak perubahan. Karena perubahan mengancam kompetensi mereka. Mengancam mereka menjadi kurang kompeten. Dan orang-orang yang kompeten senang selalu menjadi kompeten. Mereka bekerja keras untuk mempertahankan kompetensinya tersebut. Itulah jati diri mereka dan terkadang hanya itu yang mereka punyai. Makanya mereka tidak senang bila ada perubahan.

Kompetensi adalah sebuah perilaku yang buruk .

Perubahan membuat orang yang kompeten menjadi tidak kompeten. Semua harus belajar dari awal. Belajar harus dimulai dengan kerendahan hati untuk mau berubah. Orang-orang kompeten yang tidak mau lagi belajar, yang menganggap dirinya hebat, menganggap cara yang dipakainya paling benar karena sudah terbukti, musuh terbesar mereka adalah perubahan. Kompetensi adalah musuh perubahan.

Bagaimana pendapat anda ?

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

3 Tanggapan to “Kompetensi Adalah Musuh Perubahan”

RSS Feed for gusthy’s blog Comments RSS Feed

SETUJU BANGET.!!! apalagi kampus gw dijrsn art faculty….masa siy bicara soal kompetensi dlm menuangkan ide dan berkarya…setiap seniman bebas menuangkan ide karya pada lukisan kanvas, grafis, patung, land art,seni kriya,desain,video art dll..dll. apalagi pd zaman contemporary art gini??
sama dosen aku selalu dikatakan tidak akademis….emg seni yg akademis yg gm siy?? mereka mmg penganut strukturalis-formalis…mereka blm memahami hakekat dari perkembangan ilmu pengetahuan, bahwa mengapa ilmu pengetahuan bisa selalu berkembang karena ada deviant-deviant/penyimpangan2 di setiap element materi dlm kurun waktu berjalan…

[…] Kompetensi Adalah Musuh Perubahan […]

he.he.he
setuju boss


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: