Ketika Rasa Takut Menghantui

Posted on April 9, 2009. Filed under: kerja | Tag:, , , , |

Banyak orang bertahun-tahun bekerja, berjuang tetapi tidak pernah beranjak maju. Menganggap dirinya sudah bekerja keras sehingga layak mendapat perhatian. Merasa dirinya tidak perlu lagi untuk belajar, merasa dirinya sudah kebanyakan pekerjaan sehingga tidak mau lagi diberikan tugas-tugas baru. Merasa dirinya kontribusinya berkurang untuk perusahaan  apabila diikutkan pelatihan, seminar, atau pertemuan-pertemuan lainnya. Alasannya sangat klise menurut saya “kesempatan saya untuk deal dengan customer hari ini hilang gara-gara meeting ini….”atau “sudah berapa omzet yang saya dapat kalau saya tidak ikut training ini…”….”laporan saya menumpuk karena ditinggal untuk pelatihan ini….dan banyak alasan lainnya.  Padahal sebenarnya perusahaan sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu.

 

Terus menerus bekerja, mengikuti semua aturan, dan berusaha keras, namun tidak mengalami perubahan. Suatu rasa sakit yang tidak terbayarkan. Menyedihkan !!!! Bekerja dalam suatu organisasi yang monoton sangat tidak menyenangkan. Lebih parah lagi, bekerja dalam suatu organisasi yang sibuk metakut1nentang perubahan sangat memilukan.

 

Menurut seorang perwira tinggi TNI AU sewaktu diwawancarai perihal jatuhnya pesawat latih Fokker 27 di Bandung beberapa hari lalu mengatakan bahwa suatu kecelakaan ( masalah ) terjadi disebabkan oleh 4 faktor : manusia, mesin, lingkungan, dan sistem. Menurut saya begitu pun di dunia kerja. Dan kita semua pasti pasti setuju bahwa diantara ke-empat faktor itu yang memegang peranan penting, yang paling dominan adalah faktor manusia.  Mengapa ??? karena ketiga faktor lainnya adalah hasil kerja manusia. Ketiganya dirancang, diciptakan, dan dipengaruhi oleh manusia.

 

Jadi menurut saya agak  keliru kalau seseorang mengatakan bahwa dia tidak maju karena sistem yang ada tidak mendukung, mesin ( baca : teknologi ) yang ada di perusahaan ketinggalan jaman, atau karena dia ditempatkan di lingkungan yang tidak cocok. Sementara dia cuma diam seribu bahasa…lebih banyak mengeluhnya, lebih banyak “gremengnya” !!

 

 kalau memang tidak cocok ya bersuaralah…( tapi jangan demo hehe…) ungkapkan pendapat anda…ungkapkan ide-ide brillian anda!!! jangan cuma bisanya mengkritik tapi tanpa solusi. Pakai semua mekanisme komunikasi yang ada supaya pendapat anda bisa didengar. Jangan pesimis!!!

 

Tapi apabila semua “keran” di atas sudah dibuka tapi anda juga belum bisa mengalir, introspeksilah!!! yang salah bukan ketiga hal di atas, tapi jangan-jangan diri anda sendiri.

Jangan-jangan anda sudah merasa “nyaman” dengan kondisi seperti itu. Anda khawatir kalau anda keluar dari zona nyaman anda, anda akan goyah, anda tidak bisa mengikuti perubahan.

Jadi anda sebenarnya takut. Takut menjadi seorang pemimpin. Takut disalahkan, Takut mendapatkan kritik. Rasa takut itu selalu menghantui anda.

 

Saya selalu teringat kata-kata Seth Godin “ perubahan tidak dilakukan dengan meminta ijin, tapi perubahan dilakukan dengan meminta maaf di kemudian hari”. Jadilah orang yang berani, jangan takut. Kalaupun nanti gagal…ya tinggal meminta maaf aja kan hehe…..

 

 

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: