Beda Antara Kerja Keras dan Kecanduan Kerja

Posted on Maret 15, 2009. Filed under: kerja | Tag:, , , , , |

Pernah suatu waktu saya bertanya pada seorang rekan kerja soal mengapa dia selalu pulang paling akhir….Rekan tersebut mengatakan bahwa itulah “kerja keras”. Kerja keras dia identikkan dengan pulang paling larut. Tapi benarkah bahwa itu benar-benar kerja keras ??? jangan-jangan itu adalah apa yang disebut dengan kecanduan kerja atau lebih populer dengan istilah workaholic. Tapi tulisan ini tidak bermaksud untuk mendiskreditkan rekan kerja tadi. Tapi mungkin bisa dijadikan sebagai bahan intropeksi bagi kita semua.

Apa beda keduanya ??….berikut ini jawabannya yang saya ambil dari buku “8 Etos Kerja Profesional” yang ditulis oleh Jansen Sinamo.

  1. Pekerja keras menghayati kerja sebagai ongkos mencapai visi dan tujuan yang berharga dan dalam proses mereka menikmati kerja tersebut. Tetapi pecandu kerja menenggelamkan diri dalam pekerjaan untuk mendapatkan rasa aman dari ketidakpastian hidup sekaligus sebagai cara menghindari komitmen dan tanggungjawab hidup lainnya.
  2. Pekerja keras bisa membatasi diri sehingga masih tersedia waktu untuk kegiatan hidup lainnya seperti untuk keluarga ,kegiatan sosial, dsb. Sedangkan pecandu kerja membiarkan pekerjaan menjadi raja yang menguasai waktunya sedemikian rupa sehingga komitmen yang wajar terhadap anak, keluarga, dan bidang lain selalu kalah apabila berhadapan kerja.
  3. Pekerja keras mampu menghentikan kerja pada waktu yang dibutuhkan. Sedangkan pecandu kerja seolah-olah mendapat bensin apabila menemui api kerja.

Tegasnya pecandu kerja tidak bisa tanpa bekerja. Bahkan meskipun mereka sedang beristirahat, bersama keluarga, atau di rumah ibadah sekalipun, pikiran mereka masih terus dipenuhi oleh soal-soal kerja. Pada dasarnya mereka adalah pencemas, dan dengan bekerja mereka berusaha menghilangkan kecemasan tersebut. Kerja merupakan pil penenang untuk mengatasi kecemasan dan ketakutan mereka.

Berikut ini beberapa ciri untuk mengidentifikasi para pecandu kerja :

1. Selalu terburu-buru dan berlomba dengan waktu

2. Mereka selalu mengerjakan sendiri pekerjaannya, tidak mau mendelegasikan atau meminta tolong.

3. Marah jika di tengah pekerjaannya diinterupsi.

4. Merasa bersalah jika tidak mengerjakan sesuatu.

5. Suka bekerja larut malam meskipun semua orang sudah pulang.

6. Tidak bisa rileks meskipun sedang tidak bekerja.

7. Suka membuat deadline ketat padahal tak seorang pun memintanya.

8. Lebih banyak menaruh pikiran, energi, dan waktu pada pekerjaan ketimbang pada orang-orang yang seharusnya dicintai seperti anak dan pasangan hidup.

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Satu Tanggapan to “Beda Antara Kerja Keras dan Kecanduan Kerja”

RSS Feed for gusthy’s blog Comments RSS Feed

Artikel yang bagus.
makanya, mari kita bekerja cerdas


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: