Tabur Tuai…

Posted on Februari 6, 2009. Filed under: kerja | Tag:, , , , |

Kita pasti yakin dan tahu, apabila kita menanam padi maka yang akan tumbuh pasti padi, demikian juga kalau kita menanam jagung maka yang tumbuh pasti jagung. Sebaliknya apabila kita menanam padi maka tidak mungkin akan tumbuh adalah jagung dan apabila kita menanam jagung maka tidak mungkin yang tumbuh adalah padi. Inilah prinsip hukum tabur tuai ( the law of harvest ). Tentu artinya tidak sampai di situ saja. Prinsip ini mengandung pesan moral yang sangat dalam : Pikir dan kerjakan segala sesuatu dengan baik, maka segala sesuatu yang baik pula akan mengikutinya. Ini mirip dengan prinsip Mestakung dari Yohanes Surya.

Tanam dan taburlah kebaikan dimana saja dan kepada siapa saja, tanpa harus berharap imbalan. Termasuk dalam dunia kerja. Tanamlah kebaikan berkarya dan bekerja kepada perusahaan tempat kita mengabdi, tanpa harus berharap imbalan kenaikan gaji atau iming-iming bonus.

Kita tidak perlu terlalu berharap imbalan karena secara otomatis hukum alam akan merespon dengan mengembalikan kebaikan kita secara pasti. Adakah dalam suatu pertandingan olahraga, para pemain yang bertanding bisa memenangkan pertandingan hanya dengan melihat papan score dan berharap angka pada papan tersebut berubah??? Tidak kan!!!! kalau mau memenangkan pertandingan, maka pemain yang bertanding harus mengeluarkan segala kemampuannya, taktik dan strategi yang terbaik maka papan nilai akan berubah menyesuaikan dengan scorenya.

Jadi kita tidak perlu berharap, karena imbalan yang akan kita peroleh akan menyesuaikannya secara otomatis. Ingat : Pemberi terbaik biasanya juga adalah penerima terbaik.

Memang dalam kehidupan keseharian, mungkin kita menganggap tulisan di atas terlalu teoritis dan ideal dan sulit untuk diterapkan. Saya pikir tidak begitu. Ada beberapa hal yang mungkin sering kita lupakan kalau kita berusaha memahami hukum tabur tuai ini.

  1. Bahwa kalau kita menanam padi maka tidak mungkin kita berharap akan menuai atau panen pada saat yang bersamaan. Pasti ada waktu selang ( beberapa bulan ) diantaranya yang diperlukan bagi padi untuk bertumbuh dan berbuah. Kita terlalu sering berpikir, kalau kita berbuat kebaikan saat ini maka kita berharap balasannya saat itu juga. Kita tidak bisa menunggu sabar untuk memahaminya. Kita terlalu berpikir instant, ingin menuai sukses, mendapatkan kenaikan gaji dalam waktu yang sangat singkat padahal kontribusi dan prestasi kita belum nyata terlihat.
  2. Kita perhatikan padi yang tumbuh di sawah. Tidak hanya padi yang tumbuh sendirian di sana. Disela-selanya pasti tumbuh rumput. Begitu pun kalau kita berusaha menanam kebaikan pasti selalu ada hambatan dan tantangan yang akan kita hadapi. Sekarang tergantung kita menghadapi atau lari dari tantangan tersebut. Kalau kita melihat petani yang berusaha menyiangi rumput-rumput yang tumbuh disela-sela tanaman padi , maka saya pikir kita pun harus demikian, hadapi tantangan yang datang tersebut.

Giving The Best…...

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Satu Tanggapan to “Tabur Tuai…”

RSS Feed for gusthy’s blog Comments RSS Feed

Wah..
Artikelx bgs banget mas..
Thx Yah…


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: