Kurang Berani Tampil

Posted on Januari 11, 2009. Filed under: kerja, Pengalaman Pribadi | Tag:, , , , |

Saya selalu ingat suatu kejadian pada sebuah acara retreat yang diadakan oleh salah satu organisasi kerohanian kampus waktu saya kuliah dulu. Begini ceritanya : Ada seorang pembawa acara yang cukup interaktif, waktu itu dia lagi memimpin acara dengan menyanyikan sebuah lagu. Supaya lagu yang dibawakannya lebih hidup maka harus disertai dengan gerakan dan dia butuh beberapa orang dari peserta untuk membantunya. Pertama-tama dia menawarkan siapa saja yang mau dengan sukarela maju ke depan untuk membantunya. Karena tidak ada yang merespon maka dia berinisiatif untuk menunjuk orang yang akan membantunya. Tapi cara itu tidak juga direspon oleh peserta. Kemudian dia berinisiatif turun langsung dari panggung dan langsung menarik dengan setengah memaksa salah satu peserta. Pada awalnya peserta ini tidak mau kalau hanya dia sendiri yang naik ke panggung, maka dia menarik juga teman yang ada disampingnya, demikian juga teman yang di sampingnya ini menarik yang ada di sampingnya lagi. Begitulah seterusnya sampai semua peserta yang kebetulan duduk satu kelompok itu naik semua ke panggung.

Pelajaran apa yang kita peroleh di sini ????? Bukan hanya di acara-acara seperti itu kejadian ini sering terjadi tapi di berbagai macam situasi. Begitulah kelemahan kita. Orang Indonesia kurang berani tampil. Kita tidak memiliki attitude sebagai pelopor. Kita merasa lebih nyaman kalau jadi pengekor saja. Sebetulnya ajaran nenek moyang kita bagus. Kita diajarkan untuk selalu rendah hati dan tidak sombong. Tapi apa yang terjadi ???? Yang terjadi bukanlah rendah hati tapi rendah diri. Memang berani tampil itu gampang-gampang susah. Saya pikir budaya timur yang terkenal dengan budaya malunya yang membuat kebanyakan dari kita orang Indonesia kurang berani untuk tampil mempelopori sesuatu. Salah satu istilah kerennya, kita kurang “speak up”…..

Salah satu contoh lagi….waktu kita sekolah dulu baik dari SD, SMP, SMU, bahkan sampai kuliah. Bila guru atau dosen bertanya kepada kita tentang soal pelajaran, tidak ada satupun dari kita yang berinisiatif untuk menjawab. Ketika guru atau dosen tersebut menunjuk salah satu dari siswa untuk menjawab, barulah mereka menjawab dan jawabannya benar. Dan ternyata semua orang tanpa kecuali juga mengetahui jawabannya.

Mereka semua sebenarnya tahu jawabannya tapi mereka merasa tidak pantas untuk menonjolkan diri. Kalau ada yang angkat tangan dan menjawab, yang lainnya pasti akan mencibir dan berkata : “ cari perhatian lu”, cari muka lu”, huuuh over acting “ !!! ya…begitulah kita orang Indonesia. Ajaran rendah hati dan tidak boleh menonjolkan diri berubah arti menjadi rendah diri dan cenderung apatis.

Pantas kita sulit untuk maju, karena kita cukup nyaman jadi pengekor saja. Tidak bisa menjadi pelopor , tapi cuma bisa menjadi peniru yang sangat tidak inovatif alias cuma bisa jadi pembajak…..

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Satu Tanggapan to “Kurang Berani Tampil”

RSS Feed for gusthy’s blog Comments RSS Feed

Artikel yang bagus. Saya jadi teringat buku John Maxwell yang judulnya: The Leader Within You.


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: