Natal : Waktu Untuk Melupakan

Posted on Desember 27, 2008. Filed under: Rohani | Tag:, |

Ingatkah ketika…..? itulah pertanyaan yang sering muncul ketika  sedang merenung tentang masa lalu kita. Mengenang bersama dengan keluarga dan kawan, kita menyusuri natal-natal yang telah berlalu, menikmati kenangan dari yang indah sampai kita kita terbentur pada kenangan yang tidak mengenakkan yang sebenarnya lebih baik untuk dilupakan.

Tiba-tiba itu, sakit hati kembali muncul dan menyerang kita. Sengatnya kecaman orang tua, omelan bos yang membuat panas telinga, janji teman yang diingkari, penolakan, kekecewaan, sakit hati,….

Apakah yang sebenarnya yang kita lakukan terhadap kenangan-kenangan yang seperti itu????…Terus menyimpannya ataukah melupakannya ???. Kita dapat melupakannya.  Malah sebenarnya kita harus melupakannya. Dan hanya satu cara untuk melupakannya – yaitu melalui pengampunan.

Mengampuni seseorang terdengar seperti sesuatu yang sederhana. Namun sedikit dari kita yang dapat dengan sungguh-sungguh melupakannya. Kita memperlakukan pengampunan seolah-olah itu merupakan salah satu pilihan tambahan dari kehidupan. Pengampunan adalah tuntutan dasar untuk setiap pemercaya. Malah sebenarnya, tidak mengampuni justru adalah adalah kefasikan. Ada sebuah perumpamaan dalam Alkitab yang melukiskan akibat buruknya karena tidak mau mengmpuni.

Perumpamaan itu melibatkan seorang hamba yang berutang sangat banyak pada tuannya. Ketika waktu pembayaran tiba, dia memohon kepada tuannya,” Tuan, bersabarlah kepadaku dan aku akan melunasinya semua.” Tuannya itu berbelas kasihan sehingga dia melupakan seluruh utang itu.

Segera setelah itu, hamba yang sama itu mencari sesseorang yang hanya berutang sangat sedikit padanya. Mengetahui bahwa dia sanggup membayar, dia mengabaikan permohonan orang itu untuk berbelaskasihan dan menjebloskannya dalam penjara.

Ketika tuannya mendengar hal itu, dia sangat marah. Dia memamggil hamba yang jahat itu dan menyerahkan dia kepada para penyiksa sampai dia melupakan utangnya.

Ingatlah semua utang-utang yang tidak dibayar. Utang-utang kecil kebanyakan yang sering membuat kita tersandung. Kejengkelan sepele antara rekan kerja, antara saudara, atau antara suami dan isteri. Berhati-hatilah. Itulah jenis utang yang digunakan iblis untuk menyiksa anda.

Tuhan telah melunasi utang kita yang segunung tingginya. Kita dapat menjadi dermawan mengenai utang-utang orang lain yang sangat kecil. Izinkanlah Dia menyingkirkan sikap tidak suka mengampuni dalam diri kita.

Jadikanlah Natal ini lebih daripada sekedar suatu untuk mengingat, Jadikanlah sebagai waktu untuk melupakan kesalahan orang lain. Merry Christmas !!!!!!

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: