Meniru = Inovasi ????

Posted on November 30, 2008. Filed under: Pengalaman Pribadi | Tag:, , , , , , |

untitl11Apa yang pertama kali muncul kalau kita mendengar kata “meniru” ??? Tentu macam-macam. Tapi pada intinya hanya 2 macam hal yang bisa muncul di sini, yaitu meniru yang baik dan meniru yang jelek. Meniru yang baik misalnya meniru bahasa orang lain, mungkin artinya yang lebih “pas” , belajar bahasa orang lain, seperti yang saya lakukan. Saya belajar bahasa Jawa ( Suroboyoan ) karena saya kuliah di Jawa. Tentu ini tidak mutlak karena ada bahasa persatuan “ bahasa Indonesia”. Dulu saya tidak berminat sama sekali belajar bahasa Jawa. Dalam benak saya waktu itu, untuk apa belajar bahasa Jawa ???, nanti kalau saya lulus pun saya pasti akan pulang, mencari atau mungkin menciptakan pekerjaan di tanah kelahiran saya, tanah Celebes. Tapi masa depan siapa yang tau????akhirnya saya malah menetap di tanah Jawa ini. Saya di tanah Jawa sudah hampir satu dasawarsa, sudah punya “rumah” sendiri. Kata rumah memakai tanda kutip karena pastilah itu bukan rumah benaran, tapi cuma sebuah kamar kos. Tapi saya lebih senang menyebutnya rumah karena saya tinggal di rumah kos paling lama, sejak pertama kuliah sampai sekarang, bahkan saya pun tinggal lebih lama ibu kosnya. Dapat pekerjaan di tanah Jawa, bahkan pacar-pacar saya dan “calon isteri” saya juga orang Jawa hehe.. Bayangkan kalau saya tidak belajar bahasa jawa sama sekali…saya pasti akan kikuk dan serba salah kalau berada di lingkungan keluarga yang semuanya orang Jawa….Itu cuma contoh, tapi pembahasannya melebar ke mana-mana hehe…dasar penulis kacangan!!!! Contoh yang lain masih banyak.

Meniru yang jelek ???? Inilah yang sebenarnya yang saya maksud dalam pertanyaan awal saya di atas. Pada waktu kita mendengar kata “meniru” maka biasanya yang pertama kali muncul adala pandangan atau stigma negatif. Kita mengartikan kata meniru dengan menjiplak, mem-fotocopy”, mencontek pelajaran waktu ujian di sekolah, membajak karya hasil cipta orang lain dan banyak lagi. Stigma negatif inilah yang membuat orang kebanyakan “takut” untuk meniru biar pun itu adalah meniru yang sesuatu yang baik.

Padahal meniru itu tidak selamanya bersifat negatif, tergantung kondisinya….seperti meniru bahasa Jawa yang saya sebutkan pada contoh tidak bermutu di atas. Lihat saja bangsa China. Mereka sekarang sudah maju padahal baru beberapa tahun bebas dari kungkungan komunis. Kenapa bisa ??? salah satunya karena mereka meniru. Lihat saja HP-HP buatan China, mereka meniru HP-HP buatan Eropa, tapi mereka bisa menjual dengan harga yang lebih murah, sepeda motor China, dan produk-produk lain yang hampir semuanya ada contekan sebelumnya. Walaupun mungkin kualitasnya ada yang di bawah “contekannya” itu. Tapi tidak sedikit pula yang justru lebih baik dari “contekannya” itu. 

Inilah yang saya maksud dengan “inovasi” pada judul tulisan ini. Inovasi tidak hanya berarti membuat atau mencipta sesuatu yang belum ada sebelumnya. Tapi juga berarti belajar “meniru” sesuatu yang ada sebelumnya untuk membuat yang sesuatu yang lebih baik. Dan ini sudah menjadi hal umum. Lihat saja di toko buku….banyak sekali buku-buku yang berjudul “ Rahasia Sukses…..” atau “ Tips-Tips menjadi……” Tentu buku-buku itu di tulis supaya isinya bisa dipelajari dan ditiru oleh pembacanya sehingga pembacanya tergerak atau termotivasi untuk mengikuti rahasia-rahasia atau tips-tips dalam buku tersebut sehingga bisa sama atau bahkan menjadi lebih baik dari apa yang ditulis buku tersebut. Itulah yang saya maksud dengan “inovasi”. Meniru sesuatu yang baik untuk membuat sesuatu yang lebih baik…

Jadi jangan malu untuk meniru??????

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

5 Tanggapan to “Meniru = Inovasi ????”

RSS Feed for gusthy’s blog Comments RSS Feed

Saya malah orang jawa yg lg merantau di banjar.. Lg belajar bhs asli sini nie..

saya rasa meniru dengan menjiplak itu agak beda…
menjiplak itu membuat sesuatu dengan cara menduplikasi sebuah hasil. (misalnya barang bajakan, barang palsu, dll)

sementara meniru itu membuat sesuatu dengan cara menduplikasi sebuah proses. (misalnya meniru rahasia menjadi kaya, tips-tips dll).

Hasilnya pasti akan beda karena menjiplak tidak menyertakan proses belajar yang kenal salah dan eror, sementara meniru mengenalkan kita pada salah. Dan kadang mengetahui letak kesalahan adalah sebuah kunci kesuksesan.

# suami malas # makasih koreksi dan penyempurnaannya …..

Kalo menurut saya, kalo mau sukses malah kita harus meniru. Ada kata-kata bijak: “Orang sukses pasti meninggalkan jejak-jejak kakinya.”

Jadi jika mau sukses di suatu bidang tertentu, tirulah orang tersukses di bidang tersebut. Pelajari cara kerjanya, kebiasaannya, pola pikirnya, dan lain-lain. Yang baik, silahkan ditiru. Yang kurang baik, silahkan disempurnakan.

I am often looking for brandnew blogposts in the WWW about this matter. Thx!!


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: