Tetaplah Berpijak Pada Bumi

Posted on November 15, 2008. Filed under: Pengalaman Pribadi | Tag:, , , , , |

Anda sering nonton film ??? Khususnya untuk film-film buatan Amerika, cobasmiling-planet-earth-cartoon-2-thumb2794723 perhatikan peran kehidupan keseharian  yang ditampilkan oleh aktor ataupun aktris yang bermain di dalam film tersebut. Bandingkan dengan peran kehidupan keseharian aktor atau aktris Indonesia dalam film Indonesia. Kalau anda memperhatikan detail-detail filmnya maka anda akan menemukan suatu fenomena sosial yang sangat berbeda. Kalau di film barat, kita selalu menyaksikan para pemainnya tinggal di rumah atau di apertemen sendiri, menyiapkan makannya sendiri, beres-beres rumah sendiri, jadi sopir bagi diri sendiri, merawat anak sendiri,dan kegiatan-kegiatan lain yang hampir semuanya dikerjakan sendiri. Bandingkan dengan film Indonesia, sarapan disiapkan oleh pembantu, tempat tidur “diberesin” oleh pembantu, ke mana-mana diantar oleh sopir, anak dirawat oleh baby sitter, dan kegiatan-kegiatan lain yang semuanya hampir dikerjakan oleh orang lain / pembantu. Walaupun cuma dalam film, tapi itu  bisa dikatakan mewakili budaya atau kultur suatu masyarakat. Dan “maaf” di Indonesia, kultur masyarakatnya memang masih sangat membedakan kelas sosial.

            Di dunia kerja juga seperti itu. Kadang seorang atasan apabila ingin menelepon kliennya atau keluarganya selalu menyuruh sekretaris atau bawahannya terlebih dahulu untuk menyambungkannya. Tas atasan dibawa oleh sopir, komputer dipasang dan dinyalakan oleh sekretaris. Ada satu hal yang jelas di sini yaitu betapa tingginya status sosial orang tersebut, sehingga ia lebih senang segala sesuatunya dikerjakan orang lain, terlepas dari sibuk atau tidaknya orang tersebut. Ada lagi yang lebih  parah. Para staf kantor yang menjadikan OB ( office boy ) sebagai pembantunya. Menyuruh OB mengerjakan apa saja untuk memenuhi kebutuhannya. Mulai dari menggeser meja yang beratnya ti dak seberapa, mengantar laporan ke sesama staf lainnya, foto copy, mengisi air minum bahkan saya mendengar ada juga yang menyuruh OB menyiapkan makan siangnya…wooowww.   Kadang saya berpikiran apakah mereka ( staf ) ini memang di rumahnya memang seperti itu, punya pembantu untuk mengerjakan segala pekerjaan. Atau itu hanya untuk menunjukkan status sosial mereka.

            Apakah dengan mengerjakan pekerjaan sepele seperti itu akan membuat status sosial kita turun ??? Tidak kan!!!! karena sebenarnya kelas sosial tidak ada hubungannya sama sekali dengan pekerjaan-pekerjaan sepele yang membumi seperti itu, yang kadang-kadang dipandang rendah.  Yang penting adalah bagaimana kita menanggapi suatu pekerjaan, bukan pekerjaannya itu sendiri. Bahkan dalam buku “Rahasia Sukses Terbesar” karya Jennie Bev, dituliskan bahwa Walikota New York, mayor Bloomberg menerima telepon langsung di rumah sendiri tanpa perantara. Nomor teleponnya bisa di cari di buku telepon ( kalau di Indonesia “Yellow Pages” ) dan semua warga New York punya akses untuk meneleponnya secara langsung. Yang jelas bahwa walikota New York adalah orang super sibuk dan salah satu miliardder kelas dunia. Tapi dia tetap melakukan pekerjaan yang sangat membumi. Di Indonesia,???? mau ketemu pejabat ini dan pejabat itu, harus melewati birokrasi yang sangat panjang, melelahkan dan korup. Jadi Walikota New York saja melakukan pekerjaan yang membumi seperti itu, maka kalau anda baru mengepalai suatu depertemen, atau baru mengepalai suatu perusahaan, atau anda hanya seorang staf, maka sebenarnya tidak ada alasan bagi anda untuk tidak berpijak pada bumi !!!! tidak alasan untuk tidak mau mengerjakan pekerjaan sepele  seperti disebut di atas. Tapi semuanya itu adalah pilihan. Semua terserah anda. 

            Semoga dengan melakukan pekerjaan seperti itu maka kita akan selalu ingat akar perjuangan hidup kita hingga menjadi seperti sekarang , dan menjadi pelayan diri sendiri dan orang lain juga merupakan ungkapan penghargaan sebesar-besarnya atas apa yang kita miliki. Orang beragama menyebutnya Give Thanks for God Blessings. Bersyukur akan berkat Tuhan.

            Percayalah pada kemampuan anda dalam berkarya, tetaplah berpijak pada bumi. Dan langit pun akan anda junjung!!!!!

           

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Satu Tanggapan to “Tetaplah Berpijak Pada Bumi”

RSS Feed for gusthy’s blog Comments RSS Feed

Hm…berhubung aku adalah karyawan (dan mayoritas karyawan merasa dirinya adalah OB)aku setuju banget dengan hal tersebut…

Hidup aku!!!


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: