Mimpilah Setinggi Bintang di Langit….

Posted on November 9, 2008. Filed under: kerja | Tag:, , , , |

Sering saya mendengar celetukan dan perkataan dari seorang rekan kerja di gudang seperti ini “ enak bangeet ya…masih muda udah jadi boss”…”Enak bangeet ya…punya usaha sendiri”…”Seandainya saya bisa seperti mereka, saya tidak usah bekerja di sini lagi”…seandainya saya dulu kuliah, mungkin nasib saya tidak seperti ini”…dan masih banyak celetukan-celetukan yang menandakan rasa kecewanya terhadap perusahaan dan mungkin juga rasa kecewa terhadap dirinya sendiri. Memang rekan kerja saya ini sudah cukup lama bekerja di perusahaan, kurang lebih 7 tahun. Tapi jabatan yang dipegangnya sejak pertama kali masuk sampai saat ini tidak pernah berubah. Perusahaan “sepertinya” enggan memberikan promosi kepada rekan kerja saya ini walaupun dia sudah mendedikasikan waktunya yang cukup lama kepada perusahaan. Bahkan pernah juga saya mendengar dia berkata seperti ini “Di perusahaan ini saya tidak mungkin naik jabatan lagi…semua posisi sudah diisi oleh orang-orang yang  tidak mungkin digeser dari jabatannya”….. Dia beranggapan bahwa posisi yang berada di atas jabatannya saat ini adalah jabatan “abadi” yang tidak mungkin lagi dicapai, itu adalah milik abadi pemegang jabatan saat ini.Tapi yang jelas rekan kerja saya ini beda dengan rekan kerja yang telah saya cerita pada postingan sebelumnya

            Saya bisa mengerti beberapa dari celetukan atau lebih pantas dikatakan keluhan dari rekan saya ini. Saya bisa mengerti kalau dia mengatakan jadi boss itu enak, punya usaha sendiri itu enak….dan enak-enak yang lainnya. Siapa sih …yang tidak mau jadi boss…atau siapa sihhh yang tidak mau punya usaha sendiri. Saya juga mau. Tapi yang membuat saya prihatin adalah perasaan kecewanya terhadap dirinya karena dia tidak kuliah…pikiran bahwa karirnya sudah mentok sampai jabatan yang dipegang saat ini dan perasaan / pikiran-pikiran lain yang membuat dia tidak termotivasi untuk maju lagi. Dan akhirnya yang terjadi adalah dia hanya bekerja sesuai job  desc dari jabatan yang dipegangnya. Dia tidak pernah dan tidak mau berusaha untuk bekerja lebih dari job desc. Dia berpikiran bahwa untuk apa bekerja lebih kalau timbal balik dari perusahaan tidak ada. Bekerja lebih atau tidak..sama saja menurutnya. Dia banyak mengeluh dengan apa yang dihadapinya sekarang…..Kira-kira apa yang menyebabkan rekan kerja saya seperti ini ?????….

            Kalau dipikir-pikir sebenarnya yang dialami oleh rekan ini adalah hal normal. Tapi menjadi tidak normal karena dia menyikapinya dengan cara yang menurut saya tidak bijaksana. Normal saja kalau seseorang punya mimpi untuk suatu saat bisa menjadi boss, suatu saat punya usaha sendiri, atau suatu saat bisa naik jabatan. Justru mimpi-mimpi seperti itulah yang harus dimiliki oleh orang yang  ingin sukses. Tapi  apakah dengan bekerja dan mengeluh seperti itu mimpi-mimpi  itu bisa tercapai ??? Tentu tidak !!!! Mengutip Afra Mayrani dalam bukunya “Kutu Lontar”…. Mimpi memang hanyalah bunga tidur. Tapi mimpi bukanlah sekadar pemanis saat lelap. Mimpi dapat saja menjadi sebuah “ruang”, tempat segala hasrat, keinginan, dan luapan yang ada dalam diri kita menjadi mewujud melalui alam bawah sadar.

            Tentu kita selalu menginginkan mimpi yang indah, bukan?????seperti mimpi rekan saya ini. Tidak ada orang yang menginginkan mendapat mimpi buruk. Apalagi mimpi buruk itu menjadi kenyataan.  Oleh karena itu, mimpi untuk menjadi lebih baik, mimpi untuk menjadi orang sukses, mimpi untuk jadi boss, mimpi punya usaha sendiri, atau mimpi naik jabatan tidak seharusnya menjadi penghalang bagi rekan saya ini untuk mencapai cita-citanya. Harusnya mimpi-mimpi sukses itu menjadi motivasi bagi kita untuk bekerja lebih baik lagi. Walaupun mungkin kenyataannya sampai saat ini apa yang kita capai justru sebaliknya dari mimpi-mimpi kita. Tapi janganlah mimpi-mimpi itu justru  menjadi beban bagi kita. Kita harus tetap bekerja sepenuh hati, tekun, dan profesional karena di setiap  masalah  pekerjaan itulah, kita belajar mengembangkan diri. Jangan pernah patah semangat. Hargailah diri kita dengan terus memelihara keinginan untuk maju.

            Kegagalan adalah pengalaman yang paling berharga dan bagian dari perjalanan kesuksesan di masa depan. Tanpa adanya kegagalan, maka tidak ada pembelajaran untuk lebih baik dan lebih baik lagi. Oleh karena itu, janganlah ragu apalagi takut untuk memiliki mimpi setinggi bintang di langit, sekalipun kita masih hidup dalam realitas yang masih jauh dari mimpi kita itu. 

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

2 Tanggapan to “Mimpilah Setinggi Bintang di Langit….”

RSS Feed for gusthy’s blog Comments RSS Feed

cuma gara-gara salah belok ajah columbus bisa menemukan benua…jadi yah kenapa harus takut gagal…😀

# suami malas :Kadang-kadang kesuksesan datang dari sesuatu yang tidak dipikirkan sebelumnya. Yang penting berani mencoba, berani rugi, berani malu, dan akhirnya berani terkenal…


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: