Antara Kebutuhan dan Keinginan…..

Posted on November 5, 2008. Filed under: kerja | Tag:, , , , |

nokia-n73-music-editionTulisan ini terinspirasi dari kehidupan rekan-rekan kerja di gudang. Saya tertarik untuk membandingkan kehidupan di antara mereka. Tentu berdasarkan realita yang saya lihat di kehidupan kerja sehari-hari. Mengapa bukan diri saya yang saya bandingkan dengan mereka??…Jawabannya kan lebih enak aja membicarakan orang lain daripada membicarakan kekurangan diri sendiri kan ??? hehe….( itulah sifat dasar manusia ) selain itu saya tidak bisa membandingkan diri saya dari mereka, bukan karena saya jauh lebih baik dari mereka tapi sebaliknya, hidup saya jauh lebih bobroknya, jauh lebih rusaknya dari kehidupan mereka. Kalaupun itu tidak kelihatan, itu cuma karena kamuflase aja demi menjaga yang sering dikatakan orang tua kepada anak-anaknya……nama baik dan mungkin juga  wibawa. Tapi saya sendiri tidak tahu apa saya masih punya nama baik atau wibawa???? di mata manusia mungkin iya karena mereka tidak tahu apa saja yang kerjakan, tapi di mata Tuhan saya sudah tidak punya wibawa lagi. Dia semua tahu apa yang saya kerjakan. Tidak ada tersembunyi bagi Dia. Makanya saya sangat sulit mencari pembanding yang sama-sama hancurnya dengan saya. Ok….demikian dulu pendahuluannya…sekarang kita mulai membahas yang selalu kita tunggu-tunggu…..”menggosipin” ORANG LAIN !!!

            Katakanlah kita akan membandingkan antara si R dan si E. R dan E boleh dikatakan mempunyai profil yang sama. Sama-sama kerja di gudang dengan bagian dan jabatan yang sama, tingkat pendidikannya juga ( sama-sama lulusan sekolah menengah ), sama-sama sudah berkeluarga dengan satu anak. Karena jabatan dan tugas-tugasnya sama maka saya asumsikan gaji mereka juga sama. Mengapa cuma asumsi ???…karena memang saya tidak tahu pasti berapa rupiah gaji mereka, lagi pula   membocorkan gaji, baik disengaja atau tidak sengaja, akan dikenakan sanksi sesuai peraturan perusahaan he he….”. Jadi bisa dikatakan kebutuhan-kebutuhan mereka tidak berbeda jauh. Tapi ada yang membedakan di antara R dan E ini. Si R sangat jarang atau bahkan tidak pernah mengeluh tentang masalah keuangan  sedangkan E sebaliknya, dia cuma berbinar-binar pada waktu terima gajinya saja. Setelah itu….mengeluh dan mengeluh, sibuk mencari bantuan sana-sini, atau yang lebih jelasnya sibuk mencari “utangan” sana-sini hehe…tapi yang mengherankan, si E ini punya handphone yang kelas dan harganya  sama dengan yang dipakai oleh mantan atasan saya. Sebuah merk HP buatan Finlandia dengan seri N. Bandingkan dengan R yang hanya punya HP CDMA yang harganya cuma 1/3 dari HP milik E. Itu pun juga belinya mungkin karena terpaksa…karena memang sangat dibutuhkan. Memang si R ini kadang-kadang tugas luar sehingga sangat butuh untuk bisa sewaktu-waktu bisa dihubungi kalau keperluan yang  “mendadak”. 

            Mengapa bisa terjadi seperti itu???? Kan gaji dan kebutuhan mereka hampir sama, kok yang satu sering mengeluh karena kekurangan tapi yang satu lagi “adem ayem” saja.  Pertanyaan ini terjawab setelah saya membaca buku “Karyawan Harus Menabung Biar Makmur…!” karya Sefir Senduk Di buku tersebut dipaparkan perbedaan antara kewajiban, kebutuhan, dan keinginan. Mari kita lihat perbedaannya satu persatu.

            Kewajiban di sini misalnya adalah pembayaran utang-utang yang harus dilakukan setiap bulan, termasuk pembayaran tagihan kartu-kartu kredit yang anda punya. Sementara kebutuhan adalah segala sesuatu yang harus kita bayar karena memang dibutuhkan, misalkan listrik, air, beli sembako, beli bensin dan apapun itu yang sifatnya kebutuhan. Suka maupun tidak suka kita butuh untuk membayar untuk mendapatkannya. Sedangkan keinginan adalah segala sesuatu yang kita bayar / beli karena kita ingin, entah itu butuh atau tidak. Biasanya kewajiban dan kebutuhan itu tidak kita inginkan sedangkan keinginan itu biasanya tidak kita butuhkan.

            Dan yang terjadi pada kawan kita si R ini adalah keinginannya lebih besar dari kebutuhannya sehingga pengeluarannya terbesarnya adalah membayar keinginan-keinginannya termasuk membeli HP merek N yang dimilikinya yang sebenarnya tidak dibutuhkannya. Sedangkan untuk memenuhi pembayaran kebutuhannya, dia terpaksa “ngutang” sana-sini.

            Itulah salah contoh akibat kalau kita tidak mampu membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Maka belajarlah untuk membedakannya sebelum jatuh terperosok ke jurang yang lebih dalam. Belajarlah untuk menahan diri membeli barang-barang yang hanya kita inginkan tapi kita tidak kita butuhkan. Salah satu caranya : kurangi frekuensi anda jalan-jalan ke mall. Kenapa ke mall ??? karena di mall segala sesuatu yang memanjakan mata ada dan kalau kalau kita tidak mampu menahannya godaannya maka kita akan mengalami seperti yang dialami rekan E di atas. Tapi jalan-jalanlah ke tempat-tempat tidak menguras uang anda tapi dapat menambah isi kepala anda. Misalkan ke kebun binatang ( orang sekarang sudah gengsi melakukannya ), ke museum, atau ke toko buku. Janganlah menambah besar malu bangsa ini. Bangsa yang warganya terkenal pergi ke luar negeri untuk wisata belanja bukan untuk menambah pengetahuan tentang daerah-daerah baru yang dikenalnya.

            GBU…..

           

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: