Antara Politikus dan Selebriti…

Posted on Agustus 10, 2008. Filed under: sospol | Tag:, , , , , , , |

Apa beda politikus dan selebritis ????…..Melihat perkembangan belakangan ini, kelihatannya batas diantara keduanya semakin tipis…kok bisa????? Lihat saja… sekarang banyak selebriti yang terjun ke dunia politik. Contoh yang terkenal adalah aktor Rano Karno dan Dede Yusuf, atau yang paling heboh artis Saiful Jamil yang mencalonkan diri menjadi Wakil Bupati Serang. Sebaliknya para politikus juga demikian….sekarang mereka tampil di depan kamera bak selebritis. Ada yang jadi aktor dengan main film, ada yang mengiklankan dirinya dengan billboard super besar di pinggir jalan, ada yang kawin dengan selebriti sehingga ikut-ikutan menjadi selebriti pula, bahkan ada yang dengan pakaian necis, wajah tanpa dosa, tersenyum manis bak selebriti di depan kamera media padahal dia sudah menjadi tersangka korupsi….Tak lupa sekarang banyak politikus yang ikut nimbrung di infotainment yang sebenarnya bukan bagian dari tugas mereka sebagai politikus.

Walaupun batasnya tipis, antara keduanya tetap ada bedanya….Misalnya, yang paling sering kita lihat di sinema elektronik alias sinetron…bagaimana para selebriti tampil dengan berbagai macam gaya dan hidup dengan penuh kemewahan. Hal itu dinikmati oeh masyarakat. Masyarakat mengidentifikasi diri mereka dengan para selebriti itu. Mereka ingin tampil cantik, gagah, bicara kebule-bulean, hidup bergelimang harta seperti yang dipertontonkan para selebriti. Walaupun itu semua hanya ada dalam impian belaka.

Di situlah bedanya, kalau selebriti tempat masyarakat untuk melihat impiannya….maka seharusnya para politikus / pejabat negara adalah tempat masyarakat menggantungkan impiannya tersebut agar bisa menjadi kenyataan… Tetapi apa yang terjadi sekarang????….para politikus yang malah sibuk  mengidentifikasi diri mereka menjadi seorang selebritis…mereka sibuk memikirkan cara tersenyum dan tampil elegan di depan masyarakat…uang milyaran bahkan triliunan rupiah ( mungkin sebagian besar uang rakyat ) dihabiskan untuk urusan citra diri….mereka malah memperalat rakyat.

Jadi keliru besar kalau kita mengatakan bahwa sehari-hari para politikus bekerja memikirkan bagaimana bangsa ini lepas dari krisis. Mereka membuat gagasan bukan untuk kebaikan rakyat, tapi membuat gagasan bagaimana rakyat bisa diperdaya atau diperalat oleh mereka…dalam pikiran mereka hanya ada uang dan uang yang memang dibutuhkan supaya bisa hidup bak selebritis.

Jadi tidak kaget lagi kalau akhir-akhir ini banyak rakyat yang jadi golput ketimbang memilih para politikus yang justru pada akhirnya memperdaya mereka. Masyarakat sudah pintar membedakan mana selebritis mana politikus, mana selebriti yang berlagak politikus, dan mana politikus yang berlagak seperti selebritis yang sekedar menebar pesona kesana – kemari…..

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

2 Tanggapan to “Antara Politikus dan Selebriti…”

RSS Feed for gusthy’s blog Comments RSS Feed

Untuk membiayai senyum dan tebar pesonanya, jangan-jangan mereka ngutang ke bank negeri ini, kemudia dinyatakan bangrut…setelah itu..iya kita lihat sendiri saja akan bagaimana…yang pasti bebas….

PESAN DARI SURGA BUAT PARA KORUPTOR

Engkau menuliskan senandung nyanyianmu di atas wajah suci kaummu; lalu engkau membiusku dan perlahan-lahan merampas hartaku… seperti itulah yang dilakukan para koruptor…

Demikianlah, negara ku kini menduduki peringakat 3 negara terkorup se-Asia Tenggara, dan aku lemas, lunglai tak berdaya di tengah melimpahnya kekayaan kita. Kalbuku mengerang kesakitan, ku meraung kepedihan menahan luka gores sayatan yang menggores batin ini oleh perselingkuhan orang kepercayaan.

Dulu dalam fahamku, kau ku pilih karena kau orang yang tepat di posisimu, kau pengelola managemen dasyat dari segala kehebatan negeriku. Maka itu ku serahkan tanpa syarat semua kepadamu. Dengan maksud kita bersama-sama menyeberangi tepian bahagia menjadi bangsa bermartabat.

Tapi kini, rencana janjimu adalah angin lalu, semua ucapan manis mu kau buang di ngarai hampa. Ketahuilah semua kepalsuan yang kau ucapkan, aku tak percaya lagi!! Aku tidak ingin bersama mu di pemilu 2009 mendatang.

Semalam dua sebelum anggota KPK datang menjemput, aku mempersiapkan sepatah dua patah untuk kusampaikan kepadamu, namun engakau persiapan hanyalah persiapan, aku tak bisa melepas siratan hati karena penjagaan ketat garda polisi.

Sekarang di antara persidangan hati sekalian, aku katakan kepadamu ” aku akan boikot pemilu tgl 5 april 2009, kami akan golput!!!” agar kau merasakan seperti apa luka yang kau berikan.

sumber : http://www.asyiknyaduniakita.blogspot.com


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: