Takut Sama Tuhan ????

Posted on Maret 3, 2008. Filed under: Pengalaman Pribadi |


Tulisan ini menggambarkan bagaimana saya memperlakukan Tuhan seperti saya memperlakukan seseorang.Situasi di mana saya memerlukan Tuhan kalau ada maunya saja.
Ketika hendak pulang bulan Desember 07 ke kampung halaman saya di Soroako, Sulawesi Selatan, saya diwajibkan hadir di bandara 2 jam sebelum jam keberangkatan . Kebetulan waktu itu tiket yang saya yang beli( Sriwijaya Air ) jam keberangkatannya pkl 05.30 pagi. Berarti saya harus bangun pukul tiga pagi, bahkan saya harus memasang alarm handphone dan meminta orang yang saya cintai untuk menelpon saya pukul tiga pagi. Tetapi,kalau saya ditanya apakah saya akan memasang alarm dan mau bangun jam tiga pagi untuk saat teduh atau berdoa,saya mungkin dan pasti akan memilih untuk kembali memeluk guling kesayangan saya.

Saya bisa memasang alarm untuk patuh pada peraturan pada tiket pesawat tetapi saya tak bisa patuh untuk memasang alarm untuk menghampiri Tuhan yang mampu membangunkan dan memberikan saya nyawa untuk hidup pada hari itu. Saya hanya patuh pada Tuhan pada waktu tertentu saja.

Di atas pesawat yang kata kapten penerbangannya mencapai ketinggian 20 ribu kaki di atas permukaan laut ( kalau g salah dengar siih ), di dalam pesawat dimana saya sebagai manusia merasa sangat kecil dan tidak ada apa2nya dibanding bumi ciptaan Tuhan, saya berdoa karena takut.Tetapi ketika saya melihat pramugari cantik lewat untuk memberikan makanan ringan, saya kembali tenang dan lupakan Tuhan. Saya berpikir bagaimana kalau punya pasangan secantik mereka, Oohh betapa rendahnya saya. Saya ingat kalau ternyata sudah punya kekasih yang sangat mencintai saya. Ampuni saya Tuhan!!!Setelah itu saya kembali takut.

Tetapi setelah pesawat mendarat dengan selamat, rasa takut saya hilang. Bahkan saya kesal karena pintu pesawat lama sekali bukanya, saya mulai tidak sabar dan mengucapkan kata “J C” ( orang Surabaya pasti ngerti )walaupun tidak kedengaran orang lain. Rasa takut saya hilang begitu saja, penghargaan saya terhadap Sang Pemberi nyawa hilang, hanya sebatas 1 jam 10 menit penerbangan Surabaya-Makasar.Oh betapa nista dan berdosanya saya. Ampuni saya Tuhan!!!!Saya mencariMU kalau butuh dan ada maunya saja!!!!!

Ajarilah saya Tuhan untuk selalu bisa dekat dan patuh padaMU, seperti begitu patuhnya saya pada peraturan pada tiket pesawat, yang bangun tidak berkeluh walaupun hari masih subuh dan mata masih ngantuk!!!!

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: